Lazismu Umsida Luncurkan Pupuk Organik Berbahan Sampah Organik

Pupuk Lazismu Umsida

Lazismu.umsida.ac.idLembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Lazismu Umsida) resmi meluncurkan produk pupuk organik hasil olahan sampah tanaman di lingkungan kampus. 

Program ini merupakan bagian dari upaya Lazismu Umsida dalam mengembangkan kemandirian ekonomi berbasis lingkungan.

Hal ini sejalan dengan visi pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan lembaga melalui berbagai program sosial dan pendidikan. 

Olah Limbah Organik Bernilai Ekonomi

Pupuk yang diproduksi sejak November 2025 ini mulai dipasarkan pada Desember tahun ini dengan harga terjangkau, Rp 10.000 per kemasan 5 kilogram.

“Inovasi ini muncul dari kesadaran Lazismu Umsida akan permasalahan lingkungan dan tanggung jawab sosial,”kata Wakil Manajer Bidang Keuangan KLL Umsida, Abdul Haris Effendie S.Pd.I. 

Program ini, lanjutnya, menggunakan limbah daun yang rutin dikumpulkan oleh tenaga kebersihan Umsida dari berbagai sudut kampus.

Inisiatif pembuatan pupuk organik ini berangkat dari kebutuhan mengelola sampah organik yang melimpah di area kampus Umsida. 

Daripada terbuang sia-sia, kata Haris, dedaunan dan sisa tanaman dikumpulkan untuk diolah menjadi pupuk berkualitas yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Yang membedakan dari yang lain adalah karena pupuk organik ini rata-rata kebanyakan dari tanaman seperti dedaunan, dan segala macam tanaman yg ada di area kampus sehingga dampak nya pada tanaman bisa menjadi lebih baik,” jelas Haris. 

Limbah daun yang tadinya hanya dibuang begitu saja, kini diubah menjadi pupuk kompos berkualitas yang dapat dimanfaatkan dan dijual. 

Semua bahan baku berasal dari lingkungan kampus, sehingga proses produksinya sepenuhnya memanfaatkan sumber daya yang tersedia di internal kampus.

Keunggulan Produk

Keunggulan utama pupuk produksi Lazismu Umsida terletak pada komposisinya yang murni organik. 

Berbeda dengan pupuk organik lain di pasaran, produk ini menggunakan bahan baku dominan dari tanaman seperti dedaunan dan rerumputan yang tersedia di lingkungan kampus. 

Konsep “dari tanaman, kembali ke tanaman” menjadi filosofi produksi yang diyakini memberikan dampak lebih baik bagi pertumbuhan tanaman konsumen.

Dalam pelaksanaannya, Lazismu Umsida menggandeng PT Umsida Sinergi Usaha (PT USU) yang berlokasi di Kampus 2 dan dioperasikan oleh program studi Agribisnis Umsida.

Kolaborasi ini meliputi tahap pengolahan, formulasi komposisi bahan, sampai perancangan desain kemasan. 

Sementara untuk distribusi dan penjualannya, ditangani langsung oleh Lazismu Umsida.

Pemasaran Pupuk yang Terus Disebarkan

Pada tahap awal peluncuran, pupuk ini dipasarkan secara terbatas di kalangan internal Muhammadiyah. 

Target pemasaran meliputi lingkungan kampus Umsida, warga Muhammadiyah, serta komunitas persyarikatan di luar kampus. 

Saat ini produk belum tersedia di toko-toko umum karena masih dalam masa perdana dan proses evaluasi pasar. 

Stok produk perdana telah disiapkan dan siap didistribusikan kepada konsumen yang berminat. 

Haris berharap produk pupuk organik ini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah kampus, tetapi juga memberi manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat sekitar.

Bagi warga Muhammadiyah atau civitas akademika Umsida yang ingin mendapatkan pupuk organik ini dapat menghubungi langsung kantor Lazismu Umsida di kampus 1. 

Penulis: Rheina