Lazismu.umsida.ac.id – Layanan Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menunjukkan kepeduliannya di bidang kesehatan dengan membantu pengobatan fisioterapi pada tahap 2 bagi seorang anak penyandang gangguan motorik bernama Hamzah Amir yang berusia 7 tahun.
Melalui program bantuan layanan kesehatan, Lazismu Umsida mendampingi proses terapi Hamzah yang saat ini dilaksanakan di ruang fisioterapi Umsida.
Ibunda Hamzah, Mahmudah, menceritakan bahwa awal mula ia mendapatkan bantuan bermula dari informasi tetangga yang juga merupakan relawan Lazismu Umsida.
Alasan Lazismu Umsida menerima Hamzah Amir mendapat bantuan karena tugas Lazismu Umsida memberikan bantuan kemanusiaan.
“Lazismu Umsida membantu pengobatan terapi di tahap kedua dengan bantuan biaya fisioterapi penuh,” kata Wakil Manajer Bidang Keuangan KLL Umsida, Abdul Haris Effendie S.Pd.I.
Haris juga mengatakan jika pengobatan fisioterapi di tahap pertama telah dibantu oleh Lazismu Sidoarjo.
Kelengkapan Berkas Menjadi Langkah Awal Pendampingan
Pertama, Mahmudah diminta melengkapi persyaratan administrasi berupa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan surat keterangan dari desa sebagai dasar pengajuan bantuan.
Berkas tersebut kemudian diserahkan melalui tetangga yang menjadi relawan, untuk diteruskan kepada pihak Lazismu Umsida.
Setelah proses pengajuan diterima, Lazismu Umsida memberikan bantuan yang difokuskan pada pelayanan fisioterapi di fasilitas kesehatan yang dimiliki Umsida.
Melalui serangkaian sesi terapi belajar berjalan dan bermain untuk melatih saraf motorik yang rutin, kondisi motorik Hamzah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.
Hamzah Tunjukkan Kemajuan Motorik Pesat
Mahmudah mengungkapkan bahwa sebelum mendapatkan pendampingan ini, putranya mengalami kesulitan untuk berdiri dan bergerak secara mandiri.
Dari fisioterapi Umsida memberikan fasilitas berupa sepatu untuk membantu Amir berjalan.
Kini, Hamzah sudah mulai bisa berdiri sendiri, bergerak lebih stabil, dan bahkan sudah dapat bermain seperti anak-anak lain seusianya.
Mahmudah menyebut perkembangan tersebut sebagai sesuatu yang “luar biasa” karena terjadi lebih cepat dari yang ia bayangkan sejak awal memulai terapi.
Setiap sesi fisioterapi memberikan kemajuan baru, membuat keluarga semakin optimis terhadap masa depan Hamzah.
Pendampingan Lazismu Umsida Hadirkan Harapan Baru
Mahmudah menyampaikan harapan besarnya agar kelak Hamzah dapat berjalan normal seperti anak-anak lain.
Menurutnya, melihat anaknya kini sudah dapat berdiri dan bermain merupakan anugerah besar yang sebelumnya hanya bisa ia bayangkan.
Bantuan yang diberikan Lazismu Umsida tidak hanya berupa dukungan pembiayaan, tetapi juga pendampingan proses terapi di ruang fisioterapi Umsida.
“Saya sangat berterima kasih kepada Lazismu yang sudah membantu semampunya agar anak saya bisa berjalan, baik secara moral maupun materi, karena tidak harus menanggung seluruh biaya terapi sendirian,” ungkapnya dengan penuh haru.
Kolaborasi antara tenaga fisioterapis dan dukungan sosial dari Lazismu menjadi kombinasi penting dalam mempercepat proses pemulihan Hamzah.
Penulis: Rheina

