Lazismu.umsida.ac.id – Kantor Layanan Lazismu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir dan longsor di berbagai wilayah Sumatra dan Aceh pada Ahad, (28/12/ 2025).
Melalui kerja sama dengan Tim Gizma (Gerakan Infaq Zakat Mahasiswa) Umsida dan jaringan Lazismu wilayah, program ini berhasil menghimpun dan mendistribusikan bantuan kepada ribuan korban bencana.
Timeline Penggalangan Donasi yang Singkat
Penggalangan donasi dimulai sejak 2 Desember hingga 28 Desember 2025, melibatkan seluruh civitas akademika Umsida dan masyarakat luas.
“Donasi yang terkumpul di Kantor Layanan Lazismu Umsida kemudian disalurkan ke Lazismu Pusat Jawa Timur di Gedung Kemanusiaan Lazismu, Buduran, Sidoarjo, sebagai pusat koordinasi regional,” ujar Wakil Manajer Bidang Keuangan KLL Umsida, Abdul Haris Effendie SPdI.
Dari sana, bantuan didistribusikan ke Lazismu wilayah masing-masing sesuai kebutuhan di lokasi bencana.
Lazismu tidak hanya menghimpun donasi di tingkat kampus, tetapi juga membuka penggalangan di berbagai wilayah untuk memaksimalkan jangkauan bantuan.
Khusus untuk wilayah Jawa Timur, seluruh donasi barang dan dana disetorkan ke Gedung Kemanusiaan Jawa Timur di Buduran sebagai titik konsolidasi sebelum dikirim ke Sumatra.
Program ini menerima hampir semua jenis donasi barang kecuali air minum dalam kemasan dan pakaian bekas, menyesuaikan kebutuhan prioritas dan efisiensi distribusi di lapangan.
“Penyaluran bantuan dimulai sejak 8 Desember 2025, ketika tim relawan Lazismu wilayah sudah diberangkatkan menuju lokasi bencana di Sumatra untuk mendistribusikan logistik secara langsung kepada korban,” terang Haris.
Hingga saat ini, katanya, bantuan yang berhasil dikirim mencapai dua kontainer penuh berisi berbagai kebutuhan pokok dan logistik dasar.
Membuka Pendaftaran Untuk Relawan Umum
Relawan yang terjun ke Sumatra bekerja dengan sistem rotasi setiap bulan dan terbagi dalam tim-tim sesuai fungsi, seperti distribusi logistik, pendataan kebutuhan, dan pendampingan penyintas.
Lazismu membuka rekrutmen relawan secara luas bagi masyarakat yang bersedia membantu di lokasi bencana, dengan jaminan kebutuhan makan, minum, dan logistik dasar tercukupi selama bertugas.
Calon relawan hanya perlu mempersiapkan mental dan kemampuan untuk bertahan dalam kondisi lapangan yang menantang, mengingat situasi pasca bencana yang masih memerlukan adaptasi khusus.
Sistem rotasi bulanan memastikan program bantuan tetap berkelanjutan tanpa kekosongan tenaga di lapangan.
Melalui program bantuan logistik untuk Sumatera ini, Umsida merealisasikan perannya sebagai kampus yang tidak hanya memperkuat akademik, tetapi juga membentuk mahasiswa berkarakter sosial dan responsif terhadap isu kemanusiaan.
Tentu saja solidaritas lintas wilayah ini ditujukan agar dapat mempercepat proses pemulihan dan membantu korban bencana di Sumatra untuk segera bangkit kembali.
Penulis: rheina

